meta expr:content='data:blog.searchQuery + ", terbaru dan lengkap, info lowongan kerja cpns, penerimaan tni polri, beasiswa unggulan, berita persib terkini"' name='keywords'/> Search results for Sepakbola Indonesia Dan Dunia
Showing posts sorted by relevance for query Sepakbola Indonesia Dan Dunia. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query Sepakbola Indonesia Dan Dunia. Sort by date Show all posts
ISL 2015 Ditunda Tuai Sanksi FIFA dan Petisi 18 Klub

ISL 2015 Ditunda Tuai Sanksi FIFA dan Petisi 18 Klub

Kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2015 yang seharusnya sudah dimulai pada hari Jumat (20/2) kemarin, terpaksa ditunda. Hal tersebut dikarenakan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) dan Menpora memutuskan Kick Off ISL 2015 diundur dua minggu karena ada persyaratan yang belum dipenuhi oleh PT Liga Indonesia dan 18 klub peserta ISL.

ISL 2015

Keputusan penundaan ISL 2015 oleh BOPI dan Menpora akhirnya menuai tanggapan dari berbagai pihak terutama dari Federasi Sepakbola Dunia, FIFA dan 18 klub peserta ISL 2015.

FIFA Ancam Beri Sanksi Sepakbola Indonesia

PSSI telah menerima surat FIFA terkait ditundanya kick off ISL 2015. Dalam surat yang dikirimkan pada 19 Februari 2015 dan ditandatangani langsung oleh Sekjen Jerome Valcke, FIFA mengancam memberi sanksi skors sepakbola Indonesia karena dinilai ada campur tangan atau intervensi pihak ketiga, dalam hal ini adalah pemerintah.

FIFA Ancam Beri Sanksi Sepakbola Indonesia

FIFA juga merekomendasikan kompetisi ISL 2015 segera digulirkan sesuai jadwal yang sudah ditetapkan tanpa adanya penundaan lagi, seraya menegaskan akan terus memantau perkembangan masalah ini. Bahkan PSSI diminta FIFA untuk memberikan laporan perkembangan terbaru masalah tersebut paling lambat 23 Februari 2015.

Petisi 18 Klub Deklarasi Bandung

Selain FIFA, 18 klub peserta ISL 2015 juga bereaksi keras atas keputusan BOPI dan Menpora yang tidak mengeluarkan rekomendasi bergulirnya Indonesia Super League 2015. Kedelapan belas klub tersebut berkumpul di Bandung pada hari Jumat (20/2), dan menghasilkan pernyataan sikap yang disebut Petisi Deklarasi Bandung.

Berikut Petisi Deklarasi Bandung yang disuarakan 18 klub peserta ISL 2015.
  1. Perintahkan PT Liga Indonesia sebagai operator ISL untuk: a) Tidak mengindahkan apa yang ditetapkan oleh Menpora melalui BOPI, terkait dengan persyaratan dalam penerbitan rekomendasi izin ISL; b) Merencanakan penyusunan jadwal baru ISL 2015; c) Melakukan penyesuaian program dalam masa transisi hingga kick off; d) Mengambil langkah strategis lainnya untuk memproteksi bisnis klub.
  2. Memohon kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo untuk mengambil tindakan tegas atas keputusan Menpora terhadap sepakbola Indonesia yang esensi dan substansinya adalah melakukan abuse of power dengan menghambat, menghalangi, mempersulit dan melarang kami melaksanakan kompetisi.
Semoga masalah ISL 2015 ini bisa segera diselesaikan dengan sebaik-baiknya, sehingga sepakbola Indonesia terhindar dari ancaman FIFA dan sekaligus bisa berkembang lebih baik lagi.

Read More
Efek Sanksi FIFA, Indonesia Dicoret dari Kompetisi Internasional

Efek Sanksi FIFA, Indonesia Dicoret dari Kompetisi Internasional

Efek Sanksi FIFA Untuk Indonesia – Indonesia dipastikan tidak bisa atau dilarang mengikuti berbagai kompetisi yang digelar Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) dan pertandingan internasional lainnya sepanjang 2015 menyusul sanksi FIFA terhadap Indonesia yang diberikan 30 Mei lalu.

Efek Sanksi FIFA Untuk Indonesia

Sebagaimana dilansir dari situs resmi AFC, Rabu (3/6), seluruh klub dan timnas Indonesia di semua level tidak bisa ambil bagian dalam kompetisi yang diselenggarakan AFC dan FIFA.

Selain itu, Indonesia tidak akan mendapatkan bantuan dari FIFA dan AFC dalam bentuk dana bantuan, program, atau kursus, hingga syarat-syarat yang diberikan oleh FIFA dituruti. Tidak Cuma itu, semua klub dan pemain Indonesia juga dilarang untuk berhubungan dengan dunia luar. Pemain Indonesia yang saat ini tengah berlaga di luar negeri, FIFA mengizinkan mereka untuk menghabiskan kontrak bersama klub. Namun, untuk perpanjangan, jika sanksi tak juga dicabut, mereka tidak diizinkan.

Namun, Komite Eksekutif (Exco) FIFA sedikit memberi keringanan bagi Timnas Indonesia U23 bisa mengikuti ajang SEA Games 2015 di Singapura. Berikut ini adalah daftar kompetisi yang tidak bisa diikuti Indonesia sepanjang 2015:

Daftar Kompetisi Internasional Yang Tidak Bisa Diikuti Indonesia Sepanjang 2015 Akibat Sanksi FIFA

1. Kualifikasi Piala Dunia 2018

Kualifikasi Piala Dunia 2018 juga digunakan untuk Kualifikasi Piala Asia 2019. Indonesia seharusnya tergabung di Grup F bersama Thailand, Irak, Taiwan, dan Vietnam. Dengan adanya sanksi FIFA, Indonesia secara otomatis dicoret dari kualifikasi.

Semula tim Merah Putih dijadwalkan menghadapi Taiwan pada 11 Juni mendatang, dan menjamu Irak lima hari kemudian.

2. Kualifikasi Piala Asia U16 dan U19 2016

Sanksi FIFA membuat Timnas Indonesia U16 dan U19 tidak bisa mengikuti babak kualifikasi Piala Asia 2016 yang undiannya akan berlangsung di markas AFC, Malaysia, pada Jumat (5/6).

3. Piala Asia U14 Wanita

Indonesia dicoret dari Grup A. Dicoretnya Indonesia membuat jadwal laga pembuka berubah dari 20 Juni menjadi ke 23 Juni mendatang.

4. Piala Asia Futsal Wanita 2015

Indonesia telah dicoret dari daftar peserta dan tidak bisa mengikuti undian.

5. Kualifikasi Piala Asia Futsal 2016

Indonesia semula dipercaya AFC menjadi tuan rumah zona ASEAN yang dijadwalkan berlangsung Oktober 2015 mendatang. Tim futsal Indonesia dipastikan gagal ke putaran final Piala Asia 2016 yang berlangsung di Uzbekistan tanpa memiliki kesempatan berjuang di lapangan.

Padahal Futsal Indonesia telah mendunia. Ranking Timnas Futsal Indonesia saat ini masuk 50 besar dunia dan ranking 4 di Asia.

6. Piala AFC 2015

Komite Eksekutif (Exco) AFC hingga kini belum memutuskan kasus dibatalkannya pertandingan babak 16 besar antara Persipura Jayapura melawan Pahang FA. Namun, apapun keputusan Exco AFC nantinya, tidak akan berpengaruh bagi Persipura. Tim Mutiara Hitam tidak bisa tampil di Piala AFC.

Dengan adanya kerugian yang besar akibat sanksi FIFA untuk Indonesia, maka pemerintah dalam hal ini Kemenpora dan PSSI harus segera duduk bareng untuk menyelesaikan masalah dan membenahi sepakbola Indonesia ke arah yang lebih baik serta segera lepas dari sanksi.
Read More
Indonesia vs Belanda Laga Bersejarah dan Spektakuler

Indonesia vs Belanda Laga Bersejarah dan Spektakuler

Indonesia vs Belanda – Timnas Merah Putih Indonesia akan menghadapi Timnas Oranje Belanda dalam laga persahabatan internasional resmi FIFA yang bersejarah dan spektakuler. Laga kedua negara yang penuh dengan ikatan histori ini memang tak boleh dilewatkan begitu saja.

Indonesia vs Belanda

Berbeda dengan materi pemain Tim Merah Putih yang hanya berasal dari liga lokal, tim Oranje datang dengan bermaterikan pemain yang berlaga di berbagai liga Eropa. Selain pemain dari Eredivisie, juga ada pemain yang berlaga di kancah Premier League, Turkish Super Lig, Bundesliga, dan Primeira Liga Portugal.

Melihat kondisi seperti itu, jelas tim Indonesia yang dilatih Jacksen F Tiago kalah kelas dari tim Belanda asuhan Louis van Gaal. Namun dibalik itu, laga ini merupakan momen yang baik bagi tim tuan rumah. Skuad Garuda bisa menimba ilmu cara bermain sepakbola modern dengan skill individu dan kerjasama tim yang baik dan apik dari skuad Negeri Kincir Angin tersebut.

Selain itu, bagi publik sepakbola di tanah air khususnya fans berat pemain-pemain top dunia asal Belanda, mereka bisa berjumpa langsung dengan idolanya. Juga, laga nanti akan menjadi ajang reuni bagi Sergio van Dijk dan Raphael Maitimo. Kedua pemain naturalisasi timnas Indonesia ini memiliki darah Belanda.

Sergio van Dijk akan bereuni dengan winger Bayern Munich, Arjen Robben. Striker Persib Bandung ini sempat menimba ilmu di Akademi Groningen. Selama enam tahun Van Dijk mengeyam dan menyerap ilmu bermain sepakbola dengan Robben.

Sedangkan Raphael Maitimo, pada awal kariernya gelandang Mitra Kukar ini sempat bermain bersama Wesley Sneijder dan Robin van Persie di timnas Belanda U-15, U-16, dan U-17. Di akademi Feyenoord, Maitimo sempat satu tim dengan Robin van Persie.

Begitu pun bagi beberapa pemain Belanda, laga ini mempunyai arti tersendiri bagi mereka. Karena diantara mereka ada yang memiliki garis keturunan dari Indonesia, sebut saja John Heitinga yang kakeknya berasal dari pulau Belitung dan Robin van Persie yang neneknya asli Surabaya.

Yang tak kalah menariknya dari laga Indonesia vs Belanda ini, selain laga bersejarah karena baru pertama kalinya digelar juga laga ini disebut sebagai laga spektakuler karena akan disiarkan langsung di lebih 12 negara, seperti Indonesia (RCTI), Belanda (SBS), Negara-negara Timur Tengah (Al-Jazeera), Perancis (Be In Sport), Amerika Serikat (Be In Sport), Thailand (Cineplex), Singapura (Starhub), Inggris Raya (ESPN), Israel (Charlton), Negara-negara Afrika (Supersport), dan Negara-negara Ex Yugoslavia (SportKlub).

Laga Indonesia vs Belanda akan digelar pada hari Jumat 7 Juni 2013 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, pukul 19.00 WIB dan live di RCTI. Pertandingan ini akan dipimpin oleh :
Wasit : Nagor Amir Bin Noor Mohamed (Malaysia)
Asistem Wasit 1 : Mohd. Sabri Bin Mat Daud (Malaysia)
Asistem Wasit 2 : Azman Bin Ismail (Malaysia)
Wasit Cadangan : Retu Slamet Wijaya (Indonesia)

Head To Head Indonesia vs Belanda
Kedua tim belum pernah bertemu

Lima Pertandingan Terakhir Indonesia
23 Mar 2013 : Indonesia 1 - 2 Arab Saudi (ACQ)
06 Feb 2013 : Irak 1 - 0 Indonesia (ACQ)
31 Jan 2013 : Yordania 5 - 0 Indonesia (UJI)
01 Des 2012 : Malaysia 2 - 0 Indonesia (AFF)
28 Nov 2012 : Indonesia 1 - 0 Singapura (AFF)

Lima Pertandingan Terakhir Belanda
27 Mar 2013 : Belanda 4 - 0 Romania (WCQ)
23 Mar 2013 : Belanda 3 - 0 Estonia (WCQ)
07 Feb 2013 : Belanda 1 - 1 Italia (UJI)
15 Nov 2012 : Belanda 0 - 0 Jerman (UJI)
17 Okt 2012 : Romania 1 - 4 Belanda (WCQ)

Pemain Timnas Indonesia :
Kiper: Kurnia Meiga (Arema), Andritany Ardiyasa (Persija), I Made Wirawan (Persib)
Bek: Hengki Ardiles (Semen Padang), Zulkifli Sukur (Mitra Kukar), Ricardo Salampesy (Persipura), M. Roby (Persisam), Victor Igbonefo (Arema), Raphael Maitimo (Mitra Kukar), Toni Sucipto (Persib), Ruben Sanadi (Persipura)
Gelandang: Imanuel Wanggai (Persipura), Hendro Siswanto (Arema), Ahmad Bustomi (Mitra Kukar), Vendri Mofu (Semen Padang), Ahmad Jupriyanto (Sriwijaya FC), Greg Nwokolo (Arema)
Penyerang: Boaz Solossa (Persipura), Ian Louis Kabes (Persipura), Andik Vermansyah (Persebaya 1927), Sergio van Dijk (Persib)

Pemain Timnas Belanda :
Kiper: Michel Vorm (Swansea), Kenneth Vermeer (Ajax), Jasper Cillessen (Ajax).
Bek: John Heitinga (Everton), Erik Pieters, Dwight Tiendalli (Swansea), Ron Vlaar (Aston Villa), Daryl Janmaat (Feyenoord), Miquel Nelom (Feyenoord).
Gelandang: Lerin Duarte (Heracles Almelo), Jonathan de Guzman (Swansea), Jens Toornstra (Utrecht), Ruben Schaken (Feyenoord), Wesley Sneijder (Galatasaray), Rafael van der Vaart (Hamburg)*.
Penyerang: Siem de Jong (Ajax), Dirk Kuyt (Fenerbahce), Jeremain Lens, Robin van Persie (Manchester United), Arjen Robben (Bayern Munich), Ricky van Wolfswinkel (Sporting Lisbon).

Skor Akhir Indonesia vs Belanda : 0 – 3  (57', 67' Siem de Jong, 90' Arjen Robben)

Live Streaming Indonesia vs Belanda : @Goal.com

Indonesia vs Belanda, meski kalah kelas, namun sebagai anak bangsa yang mencintai sepakbola negerinya, kita tetap harus dukung skuad Merah Putih…Bravo Timnas Indonesia!
Read More
Persib dan Persipura Terancam Diskualifikasi dari AFC Cup 2015

Persib dan Persipura Terancam Diskualifikasi dari AFC Cup 2015

Persib dan Persipura yang mewakili Indonesia dalam kancah sepakbola Asia terancam diskualifikasi dari AFC Cup 2015 apabila PSSI dijatuhi sanksi oleh FIFA. Kemungkinan hal itu bisa terjadi setelah secara resmi PSSI dibekukan Menpora pada Jumat (17/8/2015).

Dampak pembekuan PSSI oleh Pemerintah melalui Kemenpora salah satunya adalah Indonesia berpotensi dikeluarkan dari keanggotaan federasi sepakbola dunia, FIFA.  Jika itu terjadi, maka berbagai kerugian bagi sepakbola Indonesia akan timbul. Diantaranya Persib dan Persipura akan diskualifikasi dari AFC Cup 2015.

Persib dan Persipura Terancam Diskualifikasi dari AFC Cup 2015

Mimpi dua klub terbaik ISL tersebut untuk merengkuh juara di ajang level Asia akan kandas. Padahal Persib maupun Persipura tampil sangat baik di babak penyisihan grup, bahkan Persipura Jayapura telah memastikan diri lolos ke 16 besar Piala AFC 2015.

Perjuangan Persib dan Persipura di kompetisi AFC Cup 2015 yang telah dilalui selama ini akan menjadi sia-sia. Bukan hanya itu, kedua klub tersebut akan menanggung kerugian cukup besar baik materi maupun non materi. Lalu, siapakah yang akan bertanggungjawab atas semua ini? Kemenpora atau PSSI?

Semoga dengan terpilihnya La Nyalla Mattalitti sebagai Ketua PSSI Baru (2015-2019) bisa menyelesaikan atau mencari jalan keluar kekisruhan ini secara baik bersama Kemenpora. Sehingga sanksi FIFA untuk sepakbola Indonesia bisa dihindari, dan kiprah klub Indonesia di kompetisi internasional (AFC Cup) akan tetap berlanjut. Begitu juga timnas Indonesia akan bisa mengikuti ajang sepakbola internasional seperti Kualifikasi Piala Dunia 2018 dan SEA Games 2015.
Read More
Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016

Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016

Indonesia Soccer Championship (ISC) resmi akan bergulir pada 15 April 2016 mendatang. Ajang ini akan diikuti 18 klub ISL dan 59 klub Divisi Utama, dan yang bertindak sebagai operator adalah PT Gelora Trisula Semesta (GTS).

Kepastian ini usai PT Gelora Trisula Semesta operator baru yang semula bernama PT. Liga Indonesia melakukan pertemuan dengan seluruh klub ISL dan Divisi Utama pada Jumat (26/2) di Hotel Parklane, Jakarta.

Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016

Indonesia Soccer Championship 2016 yang sebelumnya bernama Indonesia Super Competition dan juga sebagai pengganti Indonesia Super League, cukup menggiurkan dari sisi finansial pendapatan klub. Setiap klub akan mendapatkan subsidi dana sebesar Rp 5 miliar. Selain itu, untuk juara mendapatkan Rp 3 miliar, dan runner up Rp 2 miliar. Belum lagi nanti ada pembagian lainnya dari hak siar, terkait dengan klub yang memiliki rating tertinggi.

Hal ini jelas akan ada peningkatan dana bagi klub, jika dibandingkan pada kompetisi yang sebelumnya (ISL 2014) bantuan untuk klub hanya Rp 2,5 miliar. Bahkan jika operator kompetisi ada keuntungan, klub akan mendapat potensi tambahan pemasukan.

ISC 2016 ini akan dibagi dua kelompok, yakni ISC A dan ISC B. Untuk format ISC A yang akan diikuti 18 klub ISL adalah dengan sistem kompetisi penuh. Sedangkan ISC B yang berisi 59 klub dari Divisi Utama bakal dibagi 8 grup yang kemudian ada 16 besar, delapan besar, semi final dan final.

Sementara untuk format pertandingan ISC 2016 adalah menggunakan sistem satu wilayah dan pertandingan dilakukan seminggu sekali, home and away seperti liga di Eropa. Jadwal pertandingan ISC juga digelar setiap Jumat, Sabtu, Minggu, dan Senin. Kick off bertanding mulai pukul 15.30 untuk Sabtu dan Minggu, lalu ada pukul 19.00 dan 21.00.

Sebagaimana yang direncanakan ISC A akan mulai bergulir 15 April 2016, semnetara ISC B akan dimulai tanggal 23 April 2016. Semuanya akan berakhir pada pertengahan Desember 2016.

Pada ISC 2016 tidak ada format promosi dan degradasi selama kondisi persepakbolaan Indonesia masih seperti sekarang ini. Namun regulasi mungkin bisa diubah seandainya kondisi sepakbola tanah air berubah sepenuhnya sebelum kick-off kompetisi dilakukan.

CEO PT GTS, Joko Driyono mengatakan pada ISC A ada pembatasan total nilai kontrak pemain semua klub. Batas maksimal sebesar Rp 10 miliar, sedangkan minimal Rp 5 miliar. Pembatasan nilai kontrak ini, kata Joko, untuk menstabilkan keuangan klub, sehingga ke depan tidak ada lagi soal tunggakan pembayaran gaji pemain.

Semoga Indonesia Soccer Championship 2016 ini akan berjalan sebagaimana yang direncanakan, dan pencabutan pembekuan PSSI juga segera dilakukan bukan hanya PHP belaka. Sehingga dunia sepakbola Indonesia segera bergairah dan bangkit kembali.
Read More
PSSI Resmi Hentikan ISL QNB League 2015

PSSI Resmi Hentikan ISL QNB League 2015

PSSI Hentikan ISL 2015 – Pertandingan ISL QNB League 2015 yang tidak dapat dilaksanakan karena tidak adanya izin kepolisian akibat dari pembekuan PSSI oleh Menpora, akhirnya membuat PSSI memutuskan untuk mengakhiri kompetisi ISL 2015 yang sudah berjalan rata-rata 2 pertandingan bagi setiap tim. Keputusan itu diambil PSSI setelah mengadakan rapat dengan komite eksekutif (Ecxo) serta PT Liga Indonesia pada Sabtu (2/5) di kantor PSSI Jakarta.

Tidak diberikannya izin keramaian oleh kepolisian di semua laga pertandingan merupakan bagian dari force majeur. Artinya keadaan darurat yang di luar kehendak PSSI untuk menanganinya. “Exco memastikan keadaan saat ini kompetisi dihentikan lantaran alasan force majeur yang telah terjadi di luar kehendak PSSI,” ungkap Hinca Pandjaitan, wakil ketua umum PSSI.

PSSI Hentikan ISL QNB League 2015

Hinca menambahkan tidak adanya dukungan dari pemerintah adalah bagian dari tidak bisa berjalannya roda kompetisi sama sekali. Ia pun cukup menyesali akan situasi tersebut, dimana pihaknya dibuat mati kutu hingga berdampak kepada kontestan QNB League, termasuk pelatih, pemain dan official tim, terutama masyarakat Indonesia akan kehilangan hiburan sepakbola Indonesia.

“Ini mengakibatkan tak ada yang bisa dijalankan PSSI. Oleh karenanya, seluruh kompetisi PSSI kami nyatakan force majeur lantaran tidak mendapatkan pelayanan dari negara. Kami mohon maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia,” beber Hinca.

Sementara itu, CEO PT LI, Joko Driyono, mengatakan pertandingan yang sudah dilaksanakan di QNB League 2015 dianggap tidak ada. “Artinya, PSSI sudah memutuskan kompetisi selesai dengan tidak lengkap. Keputusan ini akan disirkulasi ke klub-klub. Jika ada perubahan situasi, kami anggap itu kompetisi baru, entah itu nanti namanya ISL 2015/16 atau yang lainnya,” tutur pria yang karib disapa Jokdri ini. “Jadi, per hari ini kompetisi 2015 sudah selesai. Setelah ini akan seperti apa, itu bukan wewenang dari PT Liga,” tambahnya.

Salah satu anggota Exco, Gusti Randa, menegaskan bahwa kondisi kompetisi tidak bisa diadakan di negeri ini. PSSI pun tidak bisa menentukan sampai kapan status force majeur ini berlaku, kecuali Menpora mencabut akan pembekuan PSSI. “Kondisi ini akan berakhir sampai Kemenpora mencabut pembekuan terhadap PSSI,” Gusti.

Sebelum ini pihak Kemenpora telah mengundang rapat klub peserta ISL 2015 dan PT Liga Indonesia pada Senin (27/4) yang akhir mengalami deadlock. Selanjutnya Kemenpora meminta kepada PT Liga Indonesia untuk kembali menggulirkan kompetisi Indonesia Super League 2015 paling lambat 9 Mei di bawah supervisi Tim Transisi. Namun pihak klub peserta menolak tegas kompetisi di bawah tim transisi, mereka hanya mau berkompetisi jika di bawah naungan PSSI yang dipimpin La Nyalla Mattalitti.

Penghentian ISL QNB League dan Divisi Utama oleh PSSI ini bisa saja mempercepat keluarnya sanksi FIFA untuk sepakbola Indonesia. Jika itu terjadi, Persib dan Persipura Terancam Diskualifikasi dari AFC Cup 2015 juga timnas Indonesia tidak bisa mengikuti SEA Games 2015 dan Kualifikasi Piala Dunia 2018. Hal ini jelas kerugian bagi dunia sepakbola Indonesia, sementara pembaharuan yang digembar-gemborkan oleh Kemenpora dkk masih diragukan keseriusannya apalagi hasilnya.

Read More
FIFA Ancam Jatuhkan Sanksi Pada PSSI

FIFA Ancam Jatuhkan Sanksi Pada PSSI

FIFA Ancam Sanksi PSSI – Konflik antara PSSI dengan Kemenpora tak kunjung menemukan titik terang, malah kelihatannya semakin meruncing saja. Konflik ini berawal dari Pembekuan PSSI oleh Menpora pada Sabtu (18/4), dan selanjutnya berujung Penghentian Kompetisi ISL QNB League 2015 oleh PSSI pada Sabtu (2/5).

Kisruh PSSI-Kemenpora ini membuat federasi sepakbola dunia, FIFA mengirimkan surat kepada PSSI yang berisikan ancaman menjatuhkan sanksi jika masalah dengan Kemenpora tak diselesaikan paling lama tanggal 29 Mei 2015 mendatang.

FIFA Ancam Sanksi PSSI

Surat Ancaman FIFA Sanksi PSSI

Surat ancaman FIFA tertanggal 4 Mei itu ditandatangani oleh Sekjen FIFA, Jerome Valcke, dan ditujukan kepada Sekjen PSSI, Azwan Karim. Surat tersebut merupakan peringatan kepada PSSI untuk segera menyelesaikan masalah dengan Kemenpora sebelum 29 Mei mendatang.

Jika permasalahan tak selesai ditenggat waktu yang ditentukan, FIFA akan menjatuhkan sanksi untuk PSSI. Berikut ini adalah isi surat FIFA kepada PSSI:

Surat FIFA Ancam Sanksi PSSI

Terkait surat yang Anda kirimkan 22 April 2015, dan juga perkembangan yang dikirimkan 27 dan 30 Apil 2015 yang menginformasikan bahwa Menpora memutuskan akan membentuk tim transisi untuk mengambil alih fungsi PSSI, fungsi Tim Nasional Indonesia akan ditangani KONI dan KOI, dan semua kompetisi PSSI akan diserahkan kepada KONI dan KOI. Surat Anda sudah dikonfirmasi oleh Menpora yang mengirimkan surat tertanggal 22 April 2015.
 

Terkait masalah di atas, dimana kami sudah memperingatkan Anda pada 19 Februari 2015, PSSI sudah diberi informasi tentang kekhawatiran kami terkait aksi yang dilakukan Menpora dan KONI, mengingat situasi yang pernah terjadi di sepak bola Indonesia periode 2010-2013. Di surat yang sama, kami juga memberitahu PSSI bahwa kami takkan ragu mengambil tindakan cepat dan tegas untuk mencegah segala bentuk intervensi yang bisa membawa kekacauan lagi di sepak bola Indonesia dan mengganggu momentum positif yang terjadi beberapa tahun terakhir. Pada 10 April 2015, kami sudah memberitahu Menpora tentang hal ini.
 

Sejak dua surat yang kami kirimkan, beberapa tindakan (di atas) telah diambil Menpora dan/atau KONI, dimana menurut pandangan kami menempatkan PSSI melanggar Pasal 13 dan 17 Statuta FIFA, yang memerintahkan semua anggota FIFA harus menyelesaikan masalahnya secara independen dan tanpa campur tangan pihak ketiga.
 

Terkait masalah ini, beritahu mereka jika Menpora dan/atau KONI tak mencabut semua tindakan yang menempatkan PSSI melanggar Pasal 13 dan 17 Statuta FIFA paling lambat 29 Mei 2015, maka kami tak punya pilihan lain terkait masalah selain memberikan sanksi. Mengingat seriusnya masalah ini, kami menyarankan Anda menyebarkan surat ini kepada Menpora dan KONI sebagai hal darurat dan meminta mereka menemukan solusi sebelum 29 Mei 2015.
 

Dengan Hormat 
Jerome Valcke
Sekretaris Jenderal.


Sementara itu, FIFA sendiri akan melakukan Kongres pada 25-29 Mei 2015 dimana agendanya membincangkan perkembangan sepakbola dunia dan kemungkinan akan membahas terkait kisruh kompetisi liga Indonesia yang akhir-akhir ini sedang ramai dibincangkan.

Bila seandainya FIFA membanned PSSI maka pupus sudah perjalanan Persib dan Persipura di AFC Cup 2015. Selain itu, Timnas U-23 dilarang mengikuti SEA Games 2015, Indonesia dilarang mengikuti Kualifikasi Piala Dunia 2018 serta Indonesia dibatalkan menjadi tuan rumah Asian Games 2018.

Read More
BOPI Hanya Loloskan 16 Tim ISL 2015

BOPI Hanya Loloskan 16 Tim ISL 2015

Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) akhirnya mengeluarkan rekomendasi untuk memberikan izin kepada PT Liga Indonesia untuk bisa menggelar kick off Indonesia Super League 2015 pada 4 April mendatang.

Dalam rekomendasi yang disampaikan Deputi V Kemenpora Gatos S Dewobroto dalam acara jumpa pers di Kantor Menpora, Rabu (1/4) siang tersebut, turut diumumkan pula sejumlah klub yang akan mengikuti kompetisi ISL 2015. Hanya 16 Tim yang lolos verifikasi BOPI dan layak ikut kompetis ISL 2015.

16 Tim yang Layak Ikut Kompetisi ISL 2015

1. Persib
2. Persipura
3. Semen Padang
4. Sriwijaya F
5. Bali United pusam
6. PSM Makassar
7. Persija
8. Pusamania Borneo FC
9. Persiba Balikpapan
10. Persiram
11. Barito Putera
12. Mitra Kukar
13. Persela
14. Perseru
15. Pelita Bandung Raya
16. Gresik United

Dari hasil verifikasi BOPI ada 11 klub yang lolos dan aman yaitu Persib, Persipura, Semen Padang, Sriwijaya FC, Bali United Pusam, PSM Makassar, Persija, Pusamania Borneo FC, Persiba Balikpapan, Persiram dan Barito Putra.

Sementara itu, lima klub lainnya, yaitu Mitra Kukar, Persela Lamongan, Gresik United, Perseru dan Pelita Bandung Raya lolos secara bersyarat, yakni diberikan waktu selama setengah putaran kompetisi untuk melengkapi persyaratan. Jika tetap tidak bisa melengkapi, maka mereka tidak bisa mengikuti putaran kedua, izin mereka bisa dicabut.

BOPI Coret Arema dan Persebaya dari ISL 2015

Namun untuk dua klub ISL yakni Arema Cronus dan Persebaya Surabaya dicoret dan tidak mendapat rekomendasi BOPI. Ini berarti Arema dan Persebaya tidak bisa ikut ISL 2015. Nasib keduanya sama seperti Persik dan Persiwa.

Menurut Gatot, alasan Arema Cronus dan Persebaya Surabaya tidak bisa ikut ISL 2015 karena kedua tim tersebut masih dalam kategori C yang tidak memenuhi aspek legalitas.

Sementara itu, CEO LIGA Indonesia, Joko Driyono mengatakan kompetisi ISL 2015 tidak bisa dijalankan dengan 16 klub.

"LIGA tetap go on untuk persiapan kick off kompetisi ISL 2015 yang berlangsung 4 April mendatang. Kita juga menunggu izin dari kepolisian. Bilamana izin tidak kami dapatkan, karena kepolisian harus mendapat rekomendasi dari BOPI atau pemerintah kita akan menyerahkan ini ke PSSI," kata Joko Driyono, Rabu (1/4).

"Tidak mungkin ISL berjalan dengan peserta kurang dari 18 klub. Kita juga tidak bisa melakukan penjadwalan ulang," beber pria yang juga Sekjen PSSI ini.

Senada dengan PT Liga Indonesia, pihak Arema Cronus juga tetap akan melakukan pertandingan kontra Persija pada 4 April 2015 karena izin dari kepolisian untuk pertandingan tersebut sudah dipastikan keluar dan memastikan bahwa rekomendasi Liga, KONI dan PSSI sudah diterbitkan untuk gelaran ISL 2015 sebagai langkah mengikuti keputusan FIFA.

Selain itu, Media Officer Arema, Sudarmaji mengatakan bahwa Arema sudah memberikan dokumen lengkap kepada BOPI. Ia berharap keputusan BOPI tidak merekomendasikan Arema dengan semangat memperbaiki kualitas. Bukan karena kepentingan yang lain.

Semoga saja kisruh dari hasil keputusan verifikasi BOPI tentang tim ISL ini segera bisa diselesaikan sebelum kick off  ISL 2015 4 April mendatang. Karena jika tidak, tentu akan bertambah masalah terutama berpengaruh besar pada dunia sepakbola Indonesia dan juga akan banyak pihak yang dirugikan.
Read More
FIFA Resmi Cabut Sanksi Indonesia

FIFA Resmi Cabut Sanksi Indonesia

FIFA Cabut Sanksi PSSI - Federasi Sepakbola Dunia, FIFA akhirnya secara resmi mencabut sanksi yang dijatuhkan kepada Indonesia (PSSI). Pencabutan sanksi dilakukan dalam Kongres FIFA di Meksiko, Jumat 13 Mei 2016.

FIFA Resmi Cabut Sanksi Indonesia (PSSI)

Pernyataan pencabutan sanksi FIFA terhadap Indonesia ini disampaikan langsung oleh Presiden FIFA Gianni Infantiano. Pencabutan sanksi dilakukan setelah Menpora mencabut pembekuan PSSI.

Setelah pencabutan pembekuan PSSI, Rabu (11/5), pemerintah Indonesia langsung berkirim surat kepada FIFA. Inilah yang mendasari badan sepakbola tertinggi itu mencabut sanksi Indonesia.

Pencabutan sanksi penangguhan terhadap Indonesia sudah dilakukan beberapa saat sebelum kongres digelar. Keputusan itu dikeluarkan setelah FIFA mendapat surat dari pemerintah Indonesia.

“Beberapa saat lalu sebelum kongres, kami (anggota komite eksekutif FIFA) sudah melakukan pertemuan, dan memutuskan sanksi penangguhan terhadap Indonesia dicabut,” ujar Infantino.

“Pencabutan ini karena pemerintah Indonesia sudah mengirim surat kepada FIFA yang menjelaskan mereka telah mencabut sanksi terkait intervensi pemerintah kepada federasi (sepakbola Indonesia).”

“Itu artinya federasi sepakbola Indonesia tidak lagi ditangguhkan, dan mempunyai hak yang sama di sini (kongres).”

Sanksi FIFA untuk Indonesia sudah berlangsung nyaris selama setahun. Sanksi dijatuhkan seiring intervensi pemerintah Indonesia melalui Kemenpora yang membekukan PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia).
Read More
PSSI Resmi Dibekukan Menpora

PSSI Resmi Dibekukan Menpora

PSSI Resmi Dibekukan - Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) akhirnya menjatuhkan hukuman pembekuan kepada Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI). Semua keputusan dan kegiatan PSSI tidak diakui dan dianggap tidak sah.

PSSI Resmi Dibekukan Menpora

Pembekuan PSSI oleh Menpora tersebut melalui surat bernomor 01307 tahun 2015 yang dirilis Kemenpora pada hari ini (18/4), setelah ditandatangani langsung oleh Menpora, Imam Nahrawi, per 17 April 2015.

"Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, dan huruf b, perlu menetapkan Keputusan Menteri Pemuda dan Olahraga tentang Pengenaan Sanksi Administratif berupa Kegiatan Keolahragaan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia tidak diakui."

"Setiap Keputusan dan/atau tindakan yang dihasilkan oleh PSSI termasuk Keputusan hasil Kongres Biasa dan Kongres Luar Biasa  tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat, tidak sah dan batal demi hukum bagi organisasi, Pemerintah di tingkat pusat dan daerah maupun pihak-pihak lain yang terkait," demikian kutipan Surat Keputusan Kemenpora tentang pembekuan PSSI.

Surat Pembekuan PSSI oleh Menpora

Alasan PSSI dibekukan oleh Menpora, karena PSSI secara de facto dan de jure nyata-nyata secara sah dan meyakinkan telah terbukti mengabaikan dan tidak mematuhi kebijakan Pemerintah melalui Teguran Tertulis yang sudah tiga kali dilayangkan Kemenpora.

Keputusan pembekuan PSSI ini merupakan buntut dari pencoretan Arema Cronus dan Persebaya oleh BOPI yang tidak diakui oleh PSSI. Sementara itu, PSSI yang saat ini masih sedang menggelar Kongres Luar Biasa di Surabaya, telah memilih La Nyalla Mattalitti sebagai Ketua PSSI 2015-2019.

Dampak pembekuan PSSI oleh Kemenpora akan sangat buruk bagi sepakbola Indonesia secara keseluruhan, meski dalam surat itu menjelaskan Pemerintah akan membentuk Tim Transisi yang mengambil alih hak dan kewenangan PSSI sampai dengan terbentuknya kepengurusan PSSI yang kompeten. Dan seluruh laga QNB League 2015, Divisi Utama, I, II dan III tetap berjalan dengan supervisi dari KONI dan KOI bersama Asprov PSSI dan klub setempat.

Namun, apakah FIFA akan memberikan sanksi pada Indonesia karena PSSI dibekukan Menpora? Jika ya, berarti ini akan merugikan pada kompetisi Liga Indonesia, klub yang sedang mengikuti kompetisi level Asia seperti AFC Cup 2015 dan timnas Indonesia yang akan mengikuti Kualifikasi Piala Dunia 2018 dan SEA Games 2015. Lalu, apa opini Anda?!
Read More
FIFA Resmi Beri Sanksi kepada Indonesia

FIFA Resmi Beri Sanksi kepada Indonesia

Akhirnya FIFA resmi memberikan sanksi kepada Indonesia. Dasar utama FIFA menjatuhkan sanksi terhadap sepakbola Indonesia yaitu belum dicabutnya SK Pembekuan PSSI oleh Kemenpora.

FIFA Sanksi Indonesia

Sanksi FIFA terhadap Indonesia ini dijatuhkan melalui surat yang dikeluarkan oleh FIFA pada Sabtu 30 Mei 2015, setelah rapat luar biasa (emergency meeting) Komite Eksekutif FIFA. Dengan surat tersebut maka Indonesia dilarang bertanding di turnamen internasional seperti Kualifikasi Piala Dunia 2018 dan juga larangan mendapatkan bantuan dari FIFA dan dari Konfederasi Sepak Bola Asia dalam bentuk dana bantuan, program, atau kursus, hingga syarat-syarat yang diberikan oleh FIFA dituruti.

Tidak cuma timnas, semua klub Indonesia juga dilarang untuk berhubungan dengan dunia luar. Sedangkan untuk pemain Indonesia yang berlaga di luar negeri, FIFA mengizinkan mereka untuk menghabiskan kontrak bersama klub. Namun, untuk perpanjangan, jika sanksi tak juga dicabut, mereka tak diizinkan.

Meski demikian, karena adanya negosiasi dari utusan Indonesia di Zurich maka tim nasional Indonesia masih boleh bermain di SEA Games 2015 dan juga kursus lisensi pelatih C-AFC yang akan segera diselenggarakan masih bisa diteruskan.

Sanksi FIFA untuk Indonesia tidak memiliki batas waktu, namun FIFA memberikan empat syarat bagi Indonesia agar sanksi bisa dicabut. Keempat syarat tersebut yaitu:
  1. Komite Eksekutif PSSI kembali mengatur sepak bola Indonesia secara independen tanpa adanya campur tangan dari pihak lain, termasuk kementrian atau agensinya.
  2. Pengelolaan tim nasional diberikan kepada PSSI
  3. Tanggung jawab seluruh kompetisi PSSI diberikan kepada otoritas PSSI dan bidang-bidang di bawahnya.
  4. Seluruh klub yang diberi lisensi PSSI sesuai dengan Peraturan Lisensi Klub PSSI harus bisa bertanding di kompetisi PSSI.
Berikut ini surat sanksi FIFA terhadap Indonesia

Surat Sanksi FIFA Untuk Indonesia

Setelah Indonesia disanksi FIFA, selanjutnya akan dibawa kemana sepakbola Indonesia?
Read More
Inilah 4 Klub Sepakbola Asing Milik Orang Indonesia

Inilah 4 Klub Sepakbola Asing Milik Orang Indonesia

Langkah salah satu Komisaris Persib, Erick Thohir dengan International Sports Capital (ISC) nya membeli 70 persen saham klub sepakbola Liga Italia Seri A Inter Milan sempat menghebohkan dunia sepakbola, terutama di tanah air.

Ironisnya pembelian Inter Milan oleh Erick Thohir ini, disaat masih banyak keaadaan klub-klub sepakbola nasional yang mempunyai masalah pendanaan untuk operasional, karena kurangnya dukungan sponsor.

Kendati demikian, sebagai pebisnis seperti Erick Thohir, tentunya memiliki dasar tujuan dan pertimbangan untuk menjadi sponsor atau pemilik klub sepakbola. Faktor pendapatan dan keuntungan bisa jadi merupakan pertimbangan utama selain nama besar klub dan fans. Sebab, sebagai pemilik atau sponsor harus mengeluarkan dana yang tidak sedikit untuk operasional klub.

Sebagaimana yang dilansir Merdeka.com (18/10/2013), ada 4 klub sepakbola asing atau luar negeri yang merupakan milik orang Indonesia.

1. Inter Milan


inter milan

Klub sepakbola Liga Italia Seri A Internazionale Milan, resmi dimiliki pengusaha Indonesia Erick Thohir, Rosan Roeslani dan Handy Soetedjo yang tergabung dalam International Sports Capital. Setelah mereka sukses mengakuisisi 70 persen saham klub tersebut.

Kesepakatan itu dicapai melalui negosiasi panjang yang telah berlangsung berbulan-bulan dengan Presiden Inter Milan Massimo Moratti. Untuk membeli Inter Milan, Erick Thohir harus mengeluarkan uang hingga USD 476 juta atau sekitar Rp 5,2 triliun.

2. DC United


dc united

DC United adalah salah satu klub sepakbola anggota Liga Sepakbola Amerika Serikat atau MLS yang bermarkas di Washington DC. Saham klub yang berhasil meraih MLS Cup pada 1996, 1997, 1999 dan 2004 ini dibeli pengusaha Indonesia yakni Erick Thohir pada pertengahan tahun lalu.

3. Brisbane Roar


brisbane roar

Bribane Roar FC yang dulunya bernama Queensland Roar FC ini merupakan peserta A-League Hyundai, Australia. Klub ini sekarang milik Grup Bakrie.

Keluarga Bakrie pada awal Februari 2012 lalu, sukses menguasai 100 persen saham klub Liga Australia Brisbane Roar. Setelah sebelumnya pada September 2011 hanya menguasai 70 persen saham klub tersebut.

4. CS Vise


cs vise

CS Vise, klub sepakbola yang berlaga di kompetisi level kedua Liga Belgia berdiri sejak tahun 1924. Klub ini pun telah dikuasai Grup Bakrie pada April 2011.

Nirwan Bakrie didaulat menjadi presiden klub ini, setelah Grup Bakrie membeli mayoritas saham CS Vise.

Menurut sahabat, apa manfaat dari pembelian atau kepemilikan pengusaha Indonesia atas klub sepakbola luar negeri tersebut bagi perkembangan sepakbola Indonesia?
Read More
Jadwal Piala Dunia FIFA 2014 Brasil

Jadwal Piala Dunia FIFA 2014 Brasil

Jadwal Piala Dunia 2014. FIFA World Cup 2014 yang diselenggarakan di Brasil merupakan Piala Dunia FIFA ke-20, turnamen sepakbola internasional tersebut akan berlangsung pada 13 Juni – 14 Juli 2014. Berlangsungnya Piala Dunia FIFA 2014 di Brasil, mewajibkan seluruh kompetisi atau liga sepakbola di dunia dihentikan sementara termasuk Indonesia Super League (ISL).

Jadwal Piala Dunia FIFA 2014 Brasil

Piala Dunia FIFA 2014 bagi Brasil merupakan piala dunia yang kedua kalinya dengan status sebagai tuan rumah setelah tahun 1950. Selain itu, Brasil juga akan menjadi negara kelima yang pernah menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA World Cup lebih dari satu kali, setelah Meksiko, Italia, Perancis dan Jerman.

Piala Dunia FIFA 2014 Brasil diikuti oleh tim sepak bola nasional dari 32 negara yang telah lolos melalui persaingan kualifikasi. Sebanyak 64 pertandingan akan dimainkan di dua belas kota di Brasil baik stadion baru atau yang dibangun ulang. Kompetisi sepakbola terbesar dunia ini akan dimulai dengan babak penyisihan grup sebanyak 8 grup, lalu dilanjutkan fase knockout yaitu babak 16 besar, babak perempat final, semifinal dan akhirnya final.

Para penggemar sepakbola di tanah air Indonesia bisa menyaksikan perhelatan Piala Dunia FIFA 2014 Brasil melalui layar kaca, karena akan disiarkan langsung oleh dua stasiun tv swasta nasional yaitu TVONE dan ANTV.

Piala Dunia 2014

Jadwal Piala Dunia FIFA 2014 Brasil


Jadwal Babak Penyisihan Grup Piala Dunia 2014

Grup A
13 Juni : Brazil – Kroasia : 03.00 WIB
13 Juni : Meksiko – Kamerun : 23.00 WIB
18 Juni : Brazil – Meksiko : 02.00 WIB
19 Juni : Kamerun – Kroasia : 04.00 WIB
24 Juni : Kamerun – Brazil : 03.00 WIB
24 Juni : Kroasia – Meksiko : 03.00 WIB

Grup B
14 Juni : Spanyol – Belanda : 02.00 WIB
14 Juni : Chile – Australia : 05.00 WIB
18 Juni : Australia – Belanda : 23.00 WIB
19 Juni : Spanyol – Chile : 02.00 WIB
23 Juni : Australia – Spanyol : 23.00 WIB
23 Juni : Belanda – Chile : 23.00 WIB

Grup C
14 Juni : Kolombia – Yunani : 23.00 WIB
15 Juni : Pantai Gading – Jepang : 08.00 WIB
19 Juni : Kolombia – Pantai Gading : 23.00 WIB
20 Juni : Jepang – Yunani : 05.00 WIB
25 Juni : Jepang – Kolombia : 03.00 WIB
25 Juni : Yunani – Pantai Gading  : 03.00 WIB

Grup D
15 Juni : Uruguay – Kosta Rika : 02.00 WIB
15 Juni : Inggris – Italia : 04.00 WIB
20 Juni : Uruguay – Inggris : 02.00 WIB
20 Juni : Italia – Kosta Rika : 23.00 WIB
24 Juni : Italia – Uruguay : 23.00 WIB
24 Juni : Kosta Rika – Inggris : 23.00 WIB

Grup E
15 Juni : Swiss – Ekuador : 23.00 WIB
16 Juni : Perancis – Honduras : 02.00 WIB
21 Juni : Swiss – Perancis : 02.00 WIB
21 Juni : Honduras – Ekuador : 05.00 WIB
26 Juni : Honduras – Swiss : 03.00 WIB
26 Juni : Ekuador – Perancis : 03.00 WIB

Grup F
16 Juni : Argentina – Bosnia Herzegovina : 05.00 WIB
17 Juni : Iran – Nigeria : 02.00 WIB
21 Juni : Argentina – Iran : 23.00 WIB
22 Juni : Nigeria – Bosnia Herzegovina : 05.00 WIB
25 Juni : Nigeria – Argentina : 23.00 WIB
25 Juni : Bosnia Herzegovina – Iran : 23.00 WIB

Grup G
16 Juni : Jerman – Portugal : 23.00 WIB
17 Juni : Ghana – Amerika Serikat : 05.00 WIB
22 Juni : Jerman – Ghana : 02.00 WIB
23 Juni : Amerika Serikat – Portugal : 04.00 WIB
26 Juni : Amerika Serikat – Jerman : 23.00 WIB
26 Juni : Portugal – Ghana : 23.00 WIB

Grup H
17 Juni : Belgia – Aljazair : 23.00 WIB
18 Juni : Rusia – Korea Selatan : 05.00 WIB
22 Juni : Belgia – Rusia : 23.00 WIB
23 Juni : Korea Selatan – Aljazair : 02.00 WIB
27 Juni : Korea Selatan – Belgia : 03.00 WIB
27 Juni : Aljazair – Rusia : 03.00 WIB

Tim Yang Lolos Ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2014

  • Aljazair
  • Amerika Serikat
  • Argentina
  • Belanda
  • Belgia
  • Brasil
  • Chili
  • Jerman
  • Kolombia
  • Kosta Rika
  • Meksiko
  • Nigeria
  • Perancis
  • Swiss
  • Uruguay
  • Yunani

Bagan Fase Knockout Piala Dunia 2014 

Jerman Juara Piala Dunia 2014


Jadwal Babak 16 Besar Piala Dunia 2014 

28 Juni 2014 : Brasil  vs Chile — Pkl. 23.00 WIB
29 Juni 2014 : Kolombia vs Uruguay — Pkl. 03.00 WIB
29 Juni 2014 : Belanda vs Meksiko — Pkl. 23.00 WIB
30 Juni 2014 : Kosta Rika vs Yunani — Pkl. 03.00 WIB
30 Juni 2014 : Perancis vs Nigeria — Pkl. 23.00 WIB
01 Juli 2014  : Jerman vs Aljazair — Pkl. 03.00 WIB
01 Juli 2014  : Argentina  vs Swiss — Pkl. 23.00 WIB
02 Juli 2014  : Belgia vs Amerika Serikat — Pkl. 03.00 WIB

Jadwal Perempat Final Piala Dunia 2014

04 Juli 2014 : Perancis vs Jerman — Pkl. 23.00 WIB
05 Juli 2014 : Brasil vs Kolombia — Pkl. 03.00 WIB
05 Juli 2014 : Argentina vs Belgia — Pkl. 23.00 WIB
06 Juli 2014 : Belanda vs Kosta Rika — Pkl. 03.00 WIB

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2014

09 Juli 2014 : Brasil vs Jerman — Pkl. 03.00 WIB
10 Juli 2014 : Belanda vs Argentina — Pkl. 03.00 WIB

Jadwal Final Piala Dunia 2014

13 Juli 2014 : Brasil vs Belanda — Pkl. 03.00 WIB (Perebutan Juara 3)
14 Juli 2014 : Jerman vs Argentina — Pkl. 02.00 WIB

Bagi sahabat yang ingin memiliki Jadwal Lengkap Piala Dunia 2014 Brasil yang bisa dipajang dan diisi sendiri hasil pertandingannya, silahkan unduh DISINI.

Negara manakah yang akan menjadi Juara Piala Dunia 2014? Saya sih dukung Argentina, teman saya pilih Jerman, kalau Anda?

Selamat! Jerman Juara Piala Dunia 2014

Lihat Hasil Skor Akhir Piala Dunia 2014 dan jangan lewatkan pula, untuk mengikuti KONTES PIALA DUNIA 2014 BRAZIL.COM dengan hadiah yang sangat menggiurkan!!
Read More
Menpora Cabut Pembekuan PSSI

Menpora Cabut Pembekuan PSSI

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi telah mencabut pembekuan PSSI dengan menandatangani SK pencabutan pembekuan PSSI pada hari Selasa (10/5). Rencananya Menpora akan mengumumkan secara resmi pencabutan pembekuan PSSI pada hari ini, Rabu (11/5).

Pencabutan pembekuan PSSI ini dilakukan setelah lebih kurang satu tahun dari dikeluarkannya SK Pembekuan PSSI bernomor 01307 pada 17 April 2015. Kemudian disusul perintah pengkajian pencabutan pembekuan PSSI dari Presiden Jokowi pada saat pertemuan dengan Ketua Komite Ad Hoc Agum Gumelar dan Wapres Jusuf Kalla di Istana Negara, Rabu (24/2/2016).

Menpora Cabut Pembekuan PSSI

Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan alasan Menpora mencabut pembekuan PSSI. Salah satu alasannya adalah dia melihat ada komitmen serius dari FIFA dan anggota PSSI untuk mendukung perubahan terhadap sepakbola Indonesia.

"Tentu ini semata-mata kami ingin menghormati keputusan MA. Yang kedua kami menghargai komitmen FIFA seperti yang telah disuratkan kepada Mensesneg dan itu kami baca bahwa ada komitmen besar terhadap perubahan besar komitmen sepakbola kepada hal yang lebih besar." ujar Imam di Plaza Senayan, Selasa (10/5).

"Selain itu, kami ingin menghormati harapan dari pemilik suara untuk melakukan perubahan di intern. Karenanya pantas bagi kami untuk mengawal itu, dan memastikan bahwa rencana perubahan berjalan baik sesuai aturan FIFA dan AFC maupun federasi." Tambahnya.

Setelah mengeluarkan SK pencabutan pembekuan PSSI, Menpora mengaku langsung melaporkannya kepada FIFA. Federasi sepakbola dunia itu sendiri akan menggelar kongres pada 12-13 Mei di Meksiko.

"Sudah, sudah kami laporkan ke FIFA melalui e-mail pada 19.00 WIB. Karena kami menghormati FIFA," ujar Imam, di Plaza Senayan, Selasa (10/5).

Meski pembekuan PSSI sudah dicabut, Menpora menegaskan tetap melakukan pengawasan terhadap PSSI untuk menjalankan perubahan sepakbola Indonesia.

"Kami akan tetap mengawasi secara ketat dan total. Tentunya akan ada evaluasi di setiap proses perubahan itu," kata dia.
Read More
Kualifikasi AFC U22 2013 : Indonesia vs Singapura

Kualifikasi AFC U22 2013 : Indonesia vs Singapura

Kualifikasi AFC U22 2013 : Indonesia vs Singapura

Indonesia akan melakoni laga terakhirnya di Kualifikasi AFC U22 Grup E melawan Singapura. Laga ini akan digelar pada hari Minggu (15/7/2012) pukul 19.30 WIB di Stadion Utama Riau dan akan ditayangkan live oleh SCTV.

Indonesia yang pada laga sebelumnya ditekuk Jepang 1-5, sehingga gagal meraih tiket ke putaran Final AFC U22 2013 mendatang. Meskipun melawan Singapura nanti tidak akan mempengaruhi posisi Indonesia di Klasemen Kualifikasi AFC U22 Grup E, namun tim Garuda Muda diharapkan tetap semangat dan bermain optimal bahkan harus bisa memenangkannya. Karena jika mengalahkan Singapura, selain menjegal Singapura supaya tidak lolos juga ada prestise tersendiri bagi dunia sepakbola tanah air.

Sementara itu, Singapura setelah berhasil mengalahkan Makau dengan skor 3-0 masih memiliki peluang untuk lolos ke putaran final dengan predikat peringkat tiga terbaik. Saat ini peringkat tiga terbaik masih dipegang Oman di Grup A dengan torehan 10 poin dan selisih 5 gol. Dengan demikian, Singapura yang saat ini telah mengantongi poin 7 dan selisih 2 gol, harus menang atas Indonesia minimal dengan selisih 4 gol.

Bahkan Singapura pun berpeluang menyingkirkan Australia di posisi ke-2, jika di laga terakhir Australia dikalahkan Jepang dan Singapura berhasil mengalahkan Indonesia.

Laga Indonesia vs Singapura akan menarik sekali untuk disaksikan, karena masing-masing tim akan berusaha untuk menang meski tujuannya berbeda.

Head To Head Indonesia vs Singapura :

11 Nov 2011 : Indonesia 2 - 0 Singapura (SG)
05 Des 2009 : Singapura 2 - 2 Indonesia (SG)
04 Nov 2009 : Singapura 3 - 1 Indonesia (UJI)
09 Des 2008 : Indonesia 0 - 2 Singapura (PTG)
03 Jun 2007 : Indonesia 0 - 1 Singapura (UJI)

Empat Laga Terakhir Indonesia :


Empat Laga Terakhir Singapura :

12 Jul 2012 : Singapura 3 - 0 Makau
10 Jul 2012 : Australia 0 - 0 Singapura
07 Jul 2012 : Jepang 3 - 1 Singapura
05 Jul 2012 : Singapura 2 - 1 Timor Leste

Prediksi Laga Indonesia vs Singapura : 55 - 45

Skor Hasil Laga Indonesia vs Singapura : 2 - 0

Read More
Rekor Pertemuan Indonesia vs Arab Saudi

Rekor Pertemuan Indonesia vs Arab Saudi

Rekor Pertemuan Indonesia vs Arab Saudi - Timnas Indonesia akan menjamu Arab Saudi dalam penyisihan Grup C Pra Piala Asia 2015 pada 23 Maret mendatang. Pertandingan nanti merupakan pertemuan yang ke-12 bagi kedua tim.

Rekor Pertemuan Indonesia vs Arab Saudi

Timnas Indonesia, sebelumnya sudah bertemu dengan Arab Saudi sebanyak 11 kali dan Indonesia hanya mampu tiga kali menahan imbang Arab Saudi, sedangkan sisanya berakhir dengan kekalahan.

Tiga hasil imbang tersebut diraih Indonesia pada Kualifikasi Olimpiade 1984 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, laga persahabatan di Arab Saudi, 12 Maret 1997 dan yang terakhir pada laga persahabatan di Stadion Alam Shah, Kuala Lumpur, Malaysia, 7 Oktober 2011.

Namun begitu, pada 23 Maret mendatang Skuad Garuda masih punya asa kuat untuk memperbaiki rekor pertemuannya dengan The Green Falcons, Arab Saudi. Dengan berbekal iklim sepakbola tanah air yang sedang kondusif menyusul suksesnya KLB PSSI 2013 dan kini Tim Merah Putih sudah bisa diperkuat pemain-pemain terbaik dari Indonesia Super League (ISL) dan Indonesia Premier League (IPL).

Rekor Pertemuan Indonesia vs Arab Saudi

Berikut ini Rekor Pertemuan Indonesia vs Arab Saudi
  • Indonesia 1-1 Arab Saudi (Kualifikasi Olimpiade 1984, Jakarta 1983)
  • Arab Saudi 3-0 Indonesia (Kualifikasi Olimpiade 1984, Arab Saudi 1983)
  • Arab Saudi 4-1 Indonesia (Persahabatan, Arab Saudi, 29 November 1996)
  • Arab Saudi 4-0 Indonesia (Persahabatan, Arab Saudi, 9 Maret 1997)
  • Arab Saudi 1-1 Indonesia (Persahabatan, Arab Saudi, 12 Maret 1997)
  • Arab Saudi 5-0 Indonesia (Jeddah Continental, 10 Oktober 2003)
  • Arab Saudi 6-0 Indonesia (Jeddah Continental, 17 Oktober 2003)
  • Arab Saudi 3-0 Indonesia (Kualifikasi Piala Dunia 2006, Riyadh, 18 Februari 2004)
  • Indonesia 1-3 Arab Saudi (Kualifikasi Piala Dunia 2006, Jakarta, 12 Oktober 2004)
  • Indonesia 1-2 Arab Saudi (Piala Asia 2007, Jakarta, 14 Juli 2007) 
  • Arab Saudi 0-0 Indonesia (Persahabatan, Kuala Lumpur, 7 Oktober 2011)
Read More
Jadwal Menpora Cup 2013

Jadwal Menpora Cup 2013

Menpora Cup 2013 atau disebut juga Indonesian International Tournament (IIT) akan berlangsung 20-29 September 2013 dan akan dibuka oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo.

Menpora Cup 2013 merupakan sebuah kompetisi sepakbola berskala internasional dan sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2013.

Jadwal Menpora Cup 2013

Menpora Cup 2013 ini diharapkan mampu memberi warna tersendiri bagi dunia sepakbola Indonesia dan bisa memicu level permainan klub, kualitas stadion juga suporter yang fair play di Indonesia, karena hadirnya tim peserta dari luar negeri.

Menpora Cup 2013 akan diikuti oleh 5 klub dari Indonesia (ISL), 1 klub dari Australia, 1 klub dari Filipina dan 1 timnas dari Malaysia. Pertandingan akan berlangsung di dua tempat, yaitu Stadion Si Jalak Harupat, Bandung dan Stadion Kanjuruhan, Malang. Seluruh pertandingan di Menpora Cup 2013 ini akan ditayangkan di MNCTV.

Pembagian Grup dan Klasemen Menpora Cup 2013


Grup A – Bandung
Tim
P
W
D
L
GF
GA
GD
PTS
Central Coast Mariners
3
2
1
0
7
3
4
7
Persib
3
1
2
0
7
6
1
5
Malaysia U-23
3
1
1
1
6
6
0
4
Sriwijaya FC
3
0
0
3
3
8
-5
0


Grup B – Malang
Tim
P
W
D
L
GF
GA
GD
PTS
Arema
3
2
1
0
7
3
4
7
Persepam Madura
3
1
1
1
5
5
0
3
Mitra Kukar
3
1
0
2
6
7
-1
3
Loyola Meralco Sparks
3
1
0
2
4
7
-3
3

Jadwal Menpora Cup 2013


Jumat, 20 September 2013 - Bandung
Pertandingan I : CCM vs Sriwijaya FC (pukul 15.30 WIB)  2 - 0
Pertandingan II : Persib vs Malaysia U-23 (pukul 18.30 WIB)  2 - 2

Sabtu, 21 September 2013 - Malang
Pertandingan I : Mitra Kukar vs Persepam Madura (pukul 15.30 WIB)  0 - 2
Pertandingan II : Arema vs LMS (pukul 18.30 WIB)  1 - 0

Minggu, 22 September 2013 - Bandung
Pertandingan I : Malaysia U-23 vs CCM (pukul 15.30 WIB)  0 - 2
Pertandingan II : Persib vs Sriwijaya FC (pukul 18.30 WIB)  2 - 1

Senin, 23 September 2013 - Malang
Pertandingan I : LMS vs Persepam  (pukul 15.30 WIB)  3 - 1
Pertandingan II : Arema vs Mitra Kukar (pukul 18.30 WIB)  4 - 1

Selasa, 24 September 2013 - Bandung
Pertandingan I : Sriwijaya FC vs Malaysia U-23 (pukul 15.30 WIB)  2 - 4
Pertandingan II : CCM vs Persib (pukul 18.30 WIB)  3 - 3

Rabu, 25 September 2013 - Malang
Pertandingan I : Mitra Kukar vs LMS (pukul 15.30 WIB)  5 - 1
Pertandingan II : Persepam vs Arema  (pukul 18.30 WIB)  2 - 2

Sabtu, 29 September 2013 - Malang
Pertandingan Final : Central Coast Mariners vs Arema (pukul 17.00 WIB)  1 - 2

Catatan : Jadwal Menpora Cup 2013 ini sewaktu-waktu bisa berubah.

Read More